PENDAHULUAN
Tasawuf secara etimologi dapat didefinisikan kedalam beberaa arti. Pertama, tasawuf berasal dari kata bahasa Arab, suuf yang berarti kain wol. Kedua, tasawuf berasal dari kata shaff yang berarti barisan. Ketiga, tasawuf berasal dari kata sufi yang berarti suci. Dan adapun tasawuf berasal dari kata Bahasa Yunani, sophos yang berarti hikmah/bijak. Sedangkan menurut istilah, tasawuf bisa didefinisikan dengan melihat tujuan dari tasawuf tersebut yaitu usaha-usaha yang dilakukan untuk mendekatkan diri dengan Allah dengan cara berakhlaq mulia.

Tasawuf dipelajari diperkuliahan Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung sebagai matakuliah dasar umum yang dikenal dengan nama Akhlaq-Tasawuf. Dalam mempelajari ilmu tasawuf ditemukan beragam cara, pandangan serta pemahaman terhadap tasawuf itu sendiri. Salah satu pemahaman yang dipelajari dalam ilmu tasawuf yaitu pemahaman tasawuf dari al-Hallaj yang inti pokok ajarannya ada 3 yaitu: Al-Hulul (wihdatul wujud), nur muhammad yang qadim dan wahdatul adyan.Dan yang akan dibahas di makalah ini pada bab selanjutnya yaitu al-Hulul.
AL-HULUL
A. PENGERTIAN
Hulûl secara etimologis berasal dari kata hall-yahull-hulûl berarti berhenti atau diam. Adapun secara harfiah dapat didefinisikan Tuhan mengambil tempat dalam tubuh manusia tertentu, yaitu manusia yang telah dapat melenyapkan sifat-sifat kemanusiaannya melalui fana’.
B. TUJUAN DAN ALAT UNTUK MENCAPAINYA
Berdasarkan beberapa uraian diatas, maka al-Hulul dapat dikatakan sebagai suatu tahap dimana manusia dan Tuhan bersatu secara rohaniah. Tujuan dari hulul adalah mencapai persatuan secara batin. Untuk itu, Hamka mengatakan, bahwa al-Hulul adalah ketuhanan (lahut) menjelma kedalam diri insan (nasut), dan hal ini terjadi pada saat kebatinan seorang insan telah suci bersih dalam menempuh perjalanan hidup kebatinan.
C. KEDUDUKANNYA DALAM TASAWUF
Al-Hulul berkedudukan paling tinggi dalam bertasawuf karena untuk melalui ini seorang yang bertasawuf harus terlebih dahulu melaui beberapa tingkatan atau tahapan sebelumnya.
D. PANDANGAN AL-QUR’AN DAN HADITS
1. QS. Al-Maidah : 116
2. QS. An-Nisa : 171
3. HR. Bukhari (no.609)
“Dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah saw. bersabda : Allah azza wajalla berfirman : Aku dalam sangkaan hamba Ku kepada Ku, dan aku kepadanya jika ia mengingat Ku. Maka jika ia mengingat Ku pada dirinya, Aku akan mengingatnya pada diri Ku. Dan jika ia mengingatku dalam satu kelompok maka Aku akan mengingatnya dalam satu kelompok yang lebih baik dari mereka. Dan jika ia mendekat pada Ku sejengkal maka Aku akan mendekatnya sehasta, dan jika ia mendekat pada Ku sehasta maka Aku akan mendekat padanya sedepa, dan jika ia datang pada Ku dengan berjalan maka Aku akan mendatanginya dengan cepat-cepat.” (HR. Bukhari, no.609)
E. TOKOH
1. Al-Hallaj
Tokoh yang mencetuskan dan mengembangkan pemahaman al-Hulul adalah al-Hallaj. Seiring dengan berkembangnya filsafat tasawuf tentang Ittihad dari pemahaman Abu Yazid.
2. Syekh Siti Jenar
Selain al-Hallaj ada juga seorang tokoh Sufi yang ajarannya mirip dengan al-Hulul (Wihdatul Wujud) yaitu Syekh Siti Jenar. Syekh Siti Jenar (juga dikenal dalam banyak nama lain, antara lain Sitibrit, Lemahbang, dan Lemah Abang) adalah seorang tokoh yang dianggap Sufi dan juga salah satu penyebar agama Islam di Pulau Jawa. Tidak ada yang mengetahui secara pasti asal-usulnya. Di masyarakat terdapat banyak varian cerita mengenai asal-usul Syekh Siti Jenar.
DAFTAR PUSTAKA
Nata Abuddin, Drs., H., MA, Akhlak Tasawuf, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1996)
http://darul-ulum.blogspot.com/2007/06/ittihd-hull-dan-wahdat-al-wujd.html
http://kang-kolis.blogspot.com/2009/01/pemikiran-al-hallaj-dalam-tasawuf.html
Syafiq Abu, Syekhul Akbar Muhyid Ibnu Al-‘Arabiy Seorang Ulma Sufi yang menjadi Mangsa Takfir (http://salafytobat.wordpress.com/2008/10/29/hulul-wihdatul-wujud-bukan-aqidah-sufi-dan-ibnu-al-araby/), 2008
http://id.wikipedia.org/wiki/Syekh_Siti_Jenar
Untuk lebih lengkapnya silahkan download dalam bentuk pdf:
Silahkan berikan komentar. Terimakasih!

0 comments:

Posting Komentar

Silahkan Komentar, Kritik atau Saran.

 
Top